Posisi Pasien Ketika Diukur Tekanan Darah Mempengaruhi Hasil Pengukuran Tekanan Darah
Daftar Isi
Pengukuran tekanan darah menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan. Tekanan Darah dapat memberikan gambaran tentang kesehatan seseorang beserta risiko penyakit yang akan dihadapi kedepan jika tekanan darah tidak terkontrol.
Dalam melakukan pengukuran tekanan darah, diperlukan persiapan-persiapan agar pengukuran tekanan darah memberikan hasil tekanan darah yang akurat.
Persiapan alat dan pemeriksa
- Menggunakan tensimeter otomatis lebih diutamakan dalam mengukur tekanan darah. Alat sebaiknya dikalibrasi sedikitnya satu kali setahun atau sesuai petunjuk dari pembuat alat tensimeter
- Apabila tidak terdapat tensimeter otomatis atau melakukan tensimeter otomatis tidak bisa dilakukan (misal pada pasien atrial fibrilasi persisten), alat tensimeter auskultasi dapat menjadi alternatif. Apabila menggunakan tensimeter auskultasi, staf pemeriksa harus diberikan pelatihan pemeriksaan untuk menghindari error
Persiapan pasien dan pengukutan Tekanan darah
- Pasien harus mengosongkan kandung kemih dan menghindari aktivitas fisik berat, merokok, serta konsumsi kafein dalam 30 menit sebelum pengukuran tekanan darah.
- Pasien harus berada dalam posisi duduk, dengan punggung tersangga, kedua kaki menapak di lantai, tidak menyilangkan kaki, dan lengan ditopang sejajar dengan tinggi jantung.
- Pasien harus beristirahat dalam posisi tersebut selama minimal 3–5 menit sebelum pengukuran tekanan darah. Beberapa alat pengukur tekanan darah otomatis di klinik (Automated Office Blood Pressure/AOBP) mungkin memerlukan waktu istirahat yang lebih singkat.
- Manset dengan ukuran yang sesuai harus digunakan. Manset dipasang pada lengan yang tidak tertutup pakaian, dengan bagian tengah kantong udara (bladder) berada tepat di atas denyut arteri brakialis.
- Baik pasien maupun petugas kesehatan (jika ada) tidak boleh berbicara selama proses pengukuran tekanan darah berlangsung.
Peningkatan Tekanan Darah yang terjadi saat pengukutan
Beberapa tindakan dan aktivitas dapat meningkatan hasil pengukuran tekanan darah. Berdasarkan American College of Cardiology berikut adalah faktor-faktor yang dapat menyebabkan hasil pengukuran tekanan darah tampak lebih tinggi dari sebenarnya beserta besarnya peningkatan yang dapat terjadi:
| Faktor | Peningkatan Tekanan Darah |
|---|---|
| Berbicara saat pengukuran | +4 hingga +19 mmHg |
| Rokok pertama pada hari itu | hingga +20 mmHg |
| Lengan menggantung tanpa penopang | +5 hingga +20 mmHg |
| Tidak ada penopang punggung atau kaki | +5 mmHg |
| Kandung kemih penuh | +4 hingga +33 mmHg |
| Manset dipasang di atas pakaian | +3 hingga +5 mmHg |
| Ukuran manset terlalu kecil | +5 hingga +20 mmHg |
| Konsumsi kafein dalam 30 menit sebelum pengukuran | +3 hingga +15 mmHg |
| Menyilangkan kaki saat pengukuran | +3 hingga +15 mmHg |
Daftar Pustaka
- Hypertension in adults: Blood pressure measurement and diagnosis https://www.uptodate.com/contents/hypertension-in-adults-blood-pressure-measurement-and-diagnosis
- https://learn.acc.org/Page/LEARNHTN